Jumat, 23 Desember 2011

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Stres

Mengelola Stres Dengan Baik Mengurangi Resiko Terkena Penyakit Yang Disebabkan Oleh Stres

Penyakit yang disebabkan ole stresStres adalah masalah psiklogis yang dinamis ketika seseorang dihadapkan pada peluang, tuntutan atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu tersebut dan hasilnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting dan tidak pasti.Sters bisa berupa kesemasan berlebihan atas suatu hal,dan rasa takut yang berlebihan yang membuat seseorang kurang mampu mengontrol perbuatannya secara sehat.

Pemicu stres bisa dari berbagai hal yang kita temui di lingkungan,misalnya kondisi yang membuat kita merasa sangat kesal dan tidak nyaman.Salah satu contohnya kasus yang bisa memicu seseorang merasa stres misalnya ketika bertemu dengan orang yang sangat tidak disukai,ketika diperjalanan terjebak macet,ketika banyak tuntutan-tuntutan dalam keseharian dan lain-lain.Selain itu stres juga dipisu faktor dari dalam berupa pola fikir yang cenderung negatif dalam menilai setiap keadaan.Pola pikir yang dimaksud antara lain pikiran yang cenderung kaku,perasaan selau menimpahkan kesalahan pada diri sendiri,memiliki kebiasaan menebak pikiran orang,membawa-bawa kebencian pribadi terhadap seseorang dan lain-lain.

Sebetulnya stres yang tentu saja dalam kadar yang tepat juga dibutuhkan untuk merangsang kerja otak dan meningkatkan kewaspadaan.Sebuah tinjauan terbaru menyebutkan bahwa otak memiliki kerja yang sama dengan otot yang perlu adanya latihan untuk mengembangkan kerjanya.Namun sebaliknya stres yang berlebihan justru akan sangat menggangu kesehatan.Banyak penyakit  yang disebabkan oleh stres.Karena itulah perlu pandai-pandai mengelola stres agar stres bisa dimanfaatkan dengan baik.

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Stres

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh stres seperti yang dikuti dari detikhealth.com

Sakit kepala serta migrain
Daya tahan tubuh bisa menurun karena stres lalu memicu migrain menurut Todd Schwedt, MD, direktur pusat sakit kepala di Washington University. Untuk menghindarinya, pastikan pola makan dan tidur dalam sepekan selalu terjaga.

Kram yang sangat sakit

Ketidakseimbangan hormon saat stres bisa mengakibatkan kram yang sangat menyakitkan, terutama pada wanita. Saat stres, risiko mengalami kram 2 kali lebih besar karena aktivitas syaraf simpatis lebih tinggi. Olahraga secara teratur dapat mencegahnya.

Sakit di sekitar mulut

Rahang terasa nyeri merupakan tanda bahwa stres tengah melanda. Tanpa disadari, gigi atas dan bawah saling menggeretak saat stres dan memicu tekanan berlebih di pelipis. Gejala ini bisa dicegah dengan memasang pelindung di antara kedua gigi saat tidur malam.

Jarang bermimpi saat tidur
Mimpi terbentuk secara bertahap, sehingga butuh kondisi tidur nyenyak. Ini sulit terjadi saat sedang stres, sebab tidurnya menjadi tidak nyenyak. Jika sering terjaga tengah malam, maka proses terbentuknya mimpi akan terganggu.

Gusi berdarah
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres meningkatkan risiko penyakit periodontal (gigi dan mulut) pada seseorang. Meningkatnya hormon kortisol saat stres akan melemahkan sistem imun, dan memudahkan infeksi bakteri ke dalam gusi.

Jerawat dimana-mana
Profesor dermatologi dari Wake Forest University, Gil Yosipovitch, MD mengungkap bahwa stres meningkatkan risiko inflamasi termasuk di wajah. Untuk mencegah dan mengobati timbulnya jerawat bisa dilakukan dengan pengobatan jerawat dengan obat alami.

Ingin makan yang manis-manis
Jika wanita menjadi ingin makan cokelat saat akan menstruasi, ini bukan disebabkan hormon progesteron. Penelitian di University of Pennsylvania membuktikan, saat menopause sekalipun wanita tetap mengalami gejala itu. Penelitian tersebut mengungkap, sesungguhnya penyebab ingin makan yang manis-manis adalah stres.

Kulit gatal-gatal
Sebuah penelitian di Jepang mengungkap, orang yang mengalami pruritis (penyakit kulit yang dicirikan oleh gatal-gatal kronis) 2 kali tebih rentan mengalami stres. Namun penelitian tersebut juga mengungkap hal yang sebaliknya, bahwa stres itu sendiri juga bisa mengaktifkan sejumlah serabut syaraf yang memicu sensasi gatal.

Alergi yang lebih parah dari biasanya
Menurut sebuah penelitian di Ohio State University tahun 2008, pikiran gelisah dan tidak tenang dapat memperparah kondisi pada penderita alergi. Hormon stres diyakini memicu produksi imunoglobulin E (IgE), yakni protein dalam darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Mendadak sakit perut
Pada orang stres, risiko mengalami sakit perut meningkat 3 kali lipat dibandingkan saat rileks. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi sebuah teori menyebutkan bahwa jaringan syaraf di otak dan usus saling terhubung. Ketika syaraf otak bereaksi terhadap stres, syaraf di usus menangkap sinyal yang sama dan memberikan respon tertentu misalnya rasa mual.

Mangingat banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh stres,maka sangat baik untuk tidak membiarkan diri kita mengalami stres berkepanjangan.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres antara lain mambiasakan diri secara rutin untuk berelaksasi,mengisi waktu luang dengan hobi yang bermanfaat,seringlah membaca atau menonton hal-hal yang lucu,dan selalu berfikiran positif dalam memandang setiap hal karena dengan begitu akan ada motivasi yang kita dapatkan.Selain itu kini juga telah ada minuman kesehatan yang mamapu meningkatkan kemampuan mengatasi stres,minuman tersebut adalah jus manggis xamthone plus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar